Pages

Welcome Myspace Comments

Rabu, 21 September 2011

maL!nD kUnd@nk,, ,


Pada suatu waktu, hiduplah sebuah keluarga nelayan di pesisir pantai wilayah Sumatra. Keluarga tersebut terdiri dari ayah, ibu dan seorang anak laki-laki yang diberi nama Malin Kundang. Karena kondisi keuangan keluarga memprihatinkan, sang ayah memutuskan untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan mengarungi lautan yang luas.
Seminggu, dua minggu, sebulan, dua bulan bahkan sudah berganti tahun, ayah Malin Kundang tidak juga kembali ke kampung halamannya. Sehingga ibunya harus menggantikan posisi ayah Malin Kundang untuk mencari nafkah.
Malin Kundang termasuk anak yang cerdas tetapi sedikit nakal. Ia sering mengejar ayam dan memukulnya dengan sapu. Suatu hari ketika Malin Kundang sedang mengejar ayam, ia tersandung batu dan lengan kanannya luka terkena batu.  Luka tersebut menjadi berbekas dilengannya dan tidak bisa hilang.
Setelah beranjak dewasa, Malin Kundang merasa kasihan dengan ibunya yang banting tulang mencari nafkah untuk membesarkan dirinya. Ia berpikir untuk mencari nafkah di negeri seberang dengan harapan nantinya ketika kembali ke kampung halaman, ia sudah menjadi seorang yang kaya raya.  Malin Kundang tertarik dengan ajakan seorang nakhoda kapal dagang yang dulunya miskin sekarang sudah menjadi seorang yang kaya raya.
Malin Kundang mengutarakan maksudnya kepada ibunya. Ibunya semula kurang setuju dengan maksud Malin Kundang . Tetapi karena Malin Kundang terus mendesak, Ibu Malin Kundang akhirnya menyetujuinya walau dengan berat hati.

Setelah mempersiapkan bekal dan perlengkapan secukupnya, Malin Kundang segera menuju ke dermaga dengan diantar oleh ibunya. “Anakku, jika engkau sudah berhasil dan menjadi orang yang berkecukupan, jangan kau lupa dengan ibumu dan kampung halamannu ini, nak”, ujar Ibu Malin Kundang sambil berlinang air mata.
Di tengah perjalanan, tiba-tiba kapal yang dinaiki Malin Kundang di serang oleh bajak laut. Semua barang dagangan para pedagang yang berada di kapal dirampas oleh bajak laut . Bahkan sebagian besar awak kapal dan orang yang berada di kapal tersebut dibunuh oleh para bajak laut. Malin Kundang sangat beruntung dirinya tidak dibunuh oleh para bajak laut, karena ketika peristiwa itu terjadi, Malin Kundang segera bersembunyi di sebuah ruang kecil yang tertutup oleh kayu.
Malin Kundang terkatung-katung ditengah laut, hingga akhirnya kapal yang ditumpanginya terdampar di sebuah pantai. Dengan sisa tenaga yang ada, Malin Kundang berjalan menuju ke desa yang terdekat dari pantai . Sesampainya di desa tersebut, Malin Kundang ditolong oleh masyarakat di desa tersebut setelah sebelumnya menceritakan kejadian yang menimpanya.
Desa tempat Malin Kundang terdampar adalah desa yang sangat subur. Dengan keuletan dan kegigihannya dalam bekerja, Malin Kundang lama kelamaan berhasil menjadi seorang yang kaya raya. Ia memiliki banyak kapal dagang dengan anak buah yang jumlahnya lebih dari 100 orang. Setelah menjadi kaya raya, Malin Kundang mempersunting seorang gadis untuk menjadi istrinya.
Berita Malin Kundang yang telah menjadi kaya raya dan telah menikah sampai juga kepada ibu Malin Kundang. Ibu Malin Kundang merasa bersyukur dan sangat gembira anaknya telah berhasil. Sejak saat itu, ibu Malin Kundang setiap hari pergi ke dermaga, menantikan anaknya yang mungkin pulang ke kampung halamannya.
Setelah beberapa lama menikah, Malin Kundang dan istrinya melakukan pelayaran dengan kapal yang besar dan indah disertai anak buah kapal serta pengawalnya yang banyak. Ibu Malin Kundang yang setiap hari menunggui anaknya, melihat kapal yang sangat indah itu, masuk ke pelabuhan. Ia melihat ada dua orang yang sedang berdiri di atas geladak kapal. Ia yakin kalau yang sedang berdiri itu adalah anaknya Malin Kundangbeserta istrinya.
Malin Kundang pun turun dari kapal. Ia disambut oleh ibunya. Setelah cukup dekat, ibunya melihat belas luka dilengan kanan orang tersebut, semakin yakinlah ibunya bahwa yang ia dekati adalah Malin Kundang.
“Malin Kundang, anakku, mengapa kau pergi begitu lama tanpa mengirimkan kabar?”, katanya sambil memeluk Malin Kundang. Tapi apa yang terjadi kemudian?
Malin Kundang segera melepaskan pelukan ibunya dan mendorongnya hingga terjatuh.
“Wanita tak tahu diri, sembarangan saja mengaku sebagai ibuku”, kata Malin Kundang pada ibunya. Malin Kundang pura-pura tidak mengenali ibunya, karena malu dengan ibunya yang sudah tua dan mengenakan baju compang-camping.

“Wanita itu ibumu?”, Tanya istri Malin Kundang.
“Tidak, ia hanya seorang pengemis yang pura-pura mengaku sebagai ibuku agar mendapatkan harta ku”, sahut Malin Kundang kepada istrinya.

Mendengar pernyataan dan diperlakukan semena-mena oleh anaknya, ibu Malin Kundang sangat marah. Ia tidak menduga anaknya menjadi anak durhaka. Karena kemarahannya yang memuncak, ibu Malin Kundang menengadahkan tangannya sambil berkata “Oh Tuhan, kalau benar ia anakku, aku sumpahi dia menjadi sebuah batu”. Tidak berapa lama kemudian angin bergemuruh kencang dan badai dahsyat datang menghancurkan kapal Malin Kundang . Setelah itu tubuh Malin Kundang perlahan menjadi kaku dan lama-kelamaan akhirnya berbentuk menjadi sebuah batu karang.

do what U can do,, ,


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlUxzDebrXdnjBh1mJcN5f67s5xGfcwGJTa4hGFvBWYCf6Dz1ymWQ4_KCXmAD4lwkRn-2xvWhUl4q7p8lTT1j-9MxntYQtMIpF4Vwji3dU1Rv2J0LBT4nn2YGQsV4vsUIOL3nPDA0w5U8/s1600/tikus.jpg

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlUxzDebrXdnjBh1mJcN5f67s5xGfcwGJTa4hGFvBWYCf6Dz1ymWQ4_KCXmAD4lwkRn-2xvWhUl4q7p8lTT1j-9MxntYQtMIpF4Vwji3dU1Rv2J0LBT4nn2YGQsV4vsUIOL3nPDA0w5U8/s1600/tikus.jpg

Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.
Sepasang suami dan istri petani pulang kerumah setelah berbelanja. Ketika mereka membuka barang belanjaan, seekor tikus memperhatikan dengan seksama sambil menggumam.

"Hmmm...makanan apa lagi yang dibawa mereka dari pasar??"

Ternyata, salah satu yang dibeli oleh petani ini adalah Perangkap Tikus. Sang tikus kaget bukan kepalang. Ia segera berlari menuju kandang dan berteriak

"Ada Perangkap Tikus di rumah!!! Di rumah sekarang ada perangkap tikus!!"

Ia mendatangi ayam dan berteriak
"Ada perangkap tikus"

Sang Ayam berkata
"Tuan Tikus..., Aku turut bersedih, tapi itu tidak berpengaruh terhadap diriku"

Sang Tikus lalu pergi menemui seekor Kambing sambil berteriak. Lalu sang Kambing pun berkata
"Aku turut bersimpati.. . tapi maaf, tidak ada yang bisa aku lakukan"

Tikus lalu menemui Sapi. Ia mendapat jawaban sama.
"Maafkan aku. Tapi perangkap tikus tidak berbahaya buat aku sama sekali"

Ia lalu lari ke hutan dan bertemu Ular. Sang ular berkata
"Ahhh...Perangkap Tikus yang kecil tidak akan mencelakai aku"

Akhirnya Sang Tikus kembali kerumah dengan pasrah mengetahui kalau ia akan menghadapi bahaya sendiri.


Suatu malam, pemilik rumah terbangun mendengar suara keras perangkap tikusnya yang berbunyi. Menandakan perangkapnya telah memakan korban.

Namun ketika melihat perangkap tikusnya, seekor ular berbisa telah terjebak di sana. Ekor ular yang terjepit membuatnya semakin ganas dan menyerang istri si Petani. Walaupun sang Suami berhasil membunuh ular tersebut, namun sang istri sempat tergigit dan teracuni oleh bisa ular tersebut.

Setelah beberapa hari di rumah sakit, sang istri sudah diperbolehkan pulang. Namun selang beberapa hari kemudian demam tinggi yang tak turun-turun juga. Atas saran kerabatnya, ia membuatkan isterinya sup ayam untuk menurunkan demamnya.

Semakin hari bukannya semakin sembuh, justru semakin tinggi demam isterinya. Seorang teman menyarankan untuk makan hati kambing. Ia lalu menyembelih kambingnya untuk diambil hatinya.

Masih! Istrinya tidak sembuh-sembuh dan akhirnya meninggal dunia.

Banyak sekali orang datang pada saat pemakaman. Sehingga ia harus menyembelih sapinya untuk memberi makan orang-orang yang melayat.

Dari kejauhan sang Tikus menatap dengan penuh kesedihan. Beberapa hari kemudian ia melihat Perangkap Tikus tersebut sudah tidak digunakan lagi di rumah itu.
Nilai-nilai yang bisa kita ambil dari kisah di atas, suatu ketika Anda mendengar seseorang sedang dalam kesulitan atau masalah dan Anda mengira itu bukan urusan Anda, maka pikirkanlah sekali lagi.

test I'Qyu




D ibawah ini ada empat ( 4 ) pertanyaan dan satu pertanyaan bonus. Jawablah semua tanpa banyak pikir. Cuma boleh berpikir sedetik, jawab segera. OK?

Ayo cari tahu, seberapa pintar anda...

Siap? GO!!! (gulung layar)











Pertanyaan pertama:

anda ikut berlomba. Anda menyalip orang

di posisi nomor dua.

Sekarang posisi anda nomor berapa?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~
 


Jawaban: Jika anda menjawab Nomor Satu,

anda SALAH BESAR! Jika

anda menyalip orang nomor dua, sekarang

andalah yang ada di
posisi nomor dua!

Jangan ngaco lagi, ya?.
Sekarang jawab pertanyaan kedua,
tapi
jangan berpikir lebih banyak daripada ketika menjawab pertanyaan pertama tadi, OK ?
Pertanyaan Kedua:
J
ika anda menyalip orang di posisi terakhir, sekarang anda di posisi?
(gulung layar)














~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~




Jawaban: Jika anda menjawab anda orang

kedua dari terakhir, anda

SALAH LAGI
Coba, bagaimana caranya menyalip orang TERAKHIR?


Anda sebetulnya tidak



terlalu pintar, '
kan ?




Pertanyaan ketiga:

Hitung-hitungan yang pelik!

Catatan: kerjakan di pikiran anda
saja.

JANGAN gunakan kertas atau pensil

atau kalkulator. Cobalah.




Ambil 1000 dan tambahkan 40 padanya.

Sekarang tambahkan
1000 lagi.

Sekarang tambahkan
30 . !

Tambahkan
1000 lagi .

Sekarang tambahkan
20.

Sekarang
tambahkan 1000

Sekarang tambahkan
10 . Berapa totalnya?


gulung layar.....


~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~


Apakah hasilnya 5000 ?


Jawaban yang benar adalah

4100.




Kalau tidak percaya, cek dengan

kalkulator!

Hari apes, ' kan ?

Mungkin di pertanyaan terakhir anda bisa

benar...

....Mungkin.




Pertanyaan keempat:

Ayah Mary punya lima anak: 1. Nana,

2. Nene, 3. Nini,

4. Nono. Siapa nama anak kelima?

~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~

Apa anda menjawab Nunu?
BUKAN!
Tentu saja bukan.
Anak kelima namanya
Mary. Baca lagi pertanyaannya!



Okay, sekarang ronde bonus:

SEORANG bisu pergi ke toko dan ingin membeli sikat gigi. Dengan menirukan orang menggosok gigi, ia berhasil menyampaikan keinginannya pada penjaga toko dan ia berhasil membeli sikat gigi...
Berikutnya, seorang buta masuk ke toko itu dan ingin membeli kacamata hitam, bagaimana DIA menunjukkan keinginannya?













~~~~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~~~ ~~~~~~~



Langsung aja ngomong, dia kan gak bisu...







KIRIM TES INI UNTUK MEMBUAT FRUSTASI

ORANG-ORANG PINTAR


YANG ANDA
KENAL!

makna d'Ry p's@haBatt@n.. .


Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung
penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku di pagar pekarangan setiap
kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.
Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.  
Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari.
Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri
daripada memaku di pagar.
Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun
dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya.
Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari
bila dia berhasil menahan diri/bersabar.
Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya
bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar.
Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:
”Anakku, kamu sudah berlaku baik,
tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada di pagar.”
Pagar ini tidak akan kembali seperti semula.
Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain,
hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar.
Kau bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali,
tetapi akan meninggalkan luka.
Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal.
Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.
Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka.
Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat.
Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan,
mereka menunjang dan membuka hatimu.
Tunjukkanlah kepada teman-temanmu
betapa kau menyukai mereka.
”Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada
siapa kamu dapat mempercayakan rahasia.” (Alessandro Manzoni)

k@lo aja aQu taUuuuu,, ,

Reiya adalah seorang gadis yang manis, dia sangat ramah dan baik pada semua orang. Namun hidupnya tak sebaik sama sifatnya.
Sejak kecil ia menderita kelainan jantung, setiap hari dia harus meminum obat, dia tidak pernah mengeluh dengan apa yang ia alami selama bertahun-tahun. Kata dokter, umur Reiya hanya sampai 18 tahun, tapi jika ada donor jantung yang pas, maka nyawa Reiya dapat diselamatkan. Namun sayang, umur Reiya sudah 17 tahun, namun keluarganya belum juga menemukan donor yang tepat. Bahkan akhir-akhir ini, Reiya sering pingsan dikelas, akhirnya keluarganya mengambil keputusan untuk mengeluarkan Reiya dari sekolah. Reiya hanya bisa pasrah, karena memang ini sudah menjadi keadaannya.
    Hampir 3 bulan Reiya dirumah, setiap hari yang dikerjakannya hanya membaca buku ditaman.
"Ya... jika kau bosan, kau bisa sesekali mengundang temanmu kesini !" ujar mama Reiya.
"Reiya nggak bosen kok Ma. Reiya cuma kesepian, habis mama, papa bang Ganung, semuanya sibuk diluar" keluh Reiya.
"maaf ya nak" mama memeluk putri satu-satunya tersebut. Reiya sadar kalau mama sibuk mencarikan donor buat dirinya. Padahal jika semua keluarga mau menemaninya barang sehari, itu sudah menjadi obat bagi dirinya.
    Akhir-akhir ini setiap pagi selalu ada seorang cowok yang selalu menyapanya, Reiya nggak kenal dia, jika dia tetangga Reiya, dia pasti kenal. Sebab hampir orang satu komplek dia hapal.
"Pagi Reiya! Wah... buku yang dibaca sudah ganti ya?" cowok itu menyandarkan tubuhnya dipagar rumah. Reiya hanya tersenyum mendengarnya.
"kamu suka bca komik ya?"
Reiya mengangguk.
"kamu kok diem aja? aku kan uda capek-capek tanya."
"habis aku kan nggak kenal kamu" balas Reiya.
"wah...!" cowok itu terlihat senang
"ternyata suara kamu bagus banget, pasti kamu cocok deh kalau jadi koki," mendengar perkataan cowok itu, Reiya tersenyum.
"Reiya, kamu ngomomg sama siapa?" bang Ganung muncul dari dalam rumah, dia terkejut mendapati seorang cowok di luar pagar rumahnya.
"Afif...!" teriak bang Ganung. Cowok tadi hanya melambaikan tangan dan tersenyum.
    Ternyata cowok itu bernama Afif, dia sahabat SMA bang Ganung. Dia sengaja cari tempat kost yang dekat dengan dengan rumah Reiya, agar bisa ngejutin bang Ganung. Reiya terkejut ketika dia tahu kalau ternyata afif tahu tentang penyakitnya.
"sorry ya, kalo aku selama ini buat kamu takut," ungkap Afif.
"saat pertama ngeliat kamu, aku belum tahu kalo kamu adalah adik Ganung, sebab kamu jauh tampak lebih dewasa. Yang kulihat saat itu adalah seorang gadis yang tak pernah kulihat senyumnya," lanjut Afif. Reiya hanya terdiam, dia tahu apa yang diomongin Afif benar.
    Hampir setiap hari Afif datang kerumah Reiya. Rumah Reiya pun kini penuh gelak tawa, sebab Afif pandai sekali melucu. Bahkan Reiya tertawa terbahak-bahak mendengar kelucuan Afif. Satu pagi ketika Afif datang, semua orang tidak ada di rumah, yang ada hanya Reiya, dia duduk di bangku yang ada ditaman seperti biasa.
"boleh aku duduk?" tanya Afif.
"silahkan! Kapan kamu datang?" tanya Reiya
"baru saja, rumah sepi?"
"seperti biasa semua orang mencoba mencari seseorang yang mau mendonorkan jantung untukku," mata Reiya terlihat sendu.
"padahal jatung orang lain pun sangat berharga bagi orang tersebut," lanjut Reiya.
"kamu punya impian?" ucap Afif tiba-tiba, Reiya mengernyitkan dahi
"kurasa punya, jika tidak, kau takkan mempunyai semangat untuk bertahan hingga sekarang." Reiya menatap wajah Afif, ada sesuatu yang berdesir di hatinya sat dia memndang wajah cowok itu.
"impian? apakah itu bisa disebut impian ?" ucap Reiya lirih, Afif menoleh, memandang wajah gadis ayu itu.
"semua keinginan, bisa disebut impian," ujar Afif. Reiya hanya menghela nafas, seperti ada beban berat di pundaknya.
"duduk di bangku ini, memandang bunga, kupu-kupu dan bercanda hingga detik terakhir bersama orang yang kucintai. Apakah itu bisa disebut impian?" Reiya menoleh ke arah Afif yang sedari tadi menatapnya, Afif mengangguk dan tersenyum.
"boleg aku tahu apa impianmu?" tanya Reiya balik.
"sejak dulu aku ingin pergi ke sebuah tempat, dimana aku bisa jalan-jalan di pematang sawah, memancing di sungai yang airnya jernih. Pokoknya pergi ke suatu tempat yang udaranya belum tercemar gitu!" Afif menjelaskan dengan logatnya yang kocak membuat Reiya tersenyum simpul. Tiba-tiba mata mereka beradu, di hati Reiya maupun Afif berdesir sesuatu yang aneh. Reiya menunduk, dia nggak sanggup terus menatap mata Afif, dia merasa tidak pantas untuk merasakan hal itu kepada Afif, yaitu rasa cinta.
    Sejak saat itu, setiap hari Afif selalu datang untuk menemani Reiya. Dia datang selalu dengan membawa hadiah sebuah boneka kecil, setiap hari bonekanya selalu berbeda. Reiya terlihat senang dengan hadiah tersebut, kini 17 buah boneka yang ia punya.
"Reiya, mungkin besok aku tidak bisa menemani mu." ujar Afif.
"kenapa ?" hati Reiya terasa sakit mendengar hal itu karena Reiya mulai terbiasa dengan kehadiran Afif.
"besok kan ultahku," lanjut Reiya dengan nada kecewa.
"maaf, tapi aku janji aku akan cepat selesain urusan ku dan kembali untukmu." Tiba-tiba Afif mencium kening Reiya, dadanya serasa penuh.
======================================================================

    Pesta ultah Reiya diadakan secara sederhana, hanya teman dekat dan keluarga yang diundang. Meski acara terlihat meriah tapi hati Reiya terasa kosong, berkali-kali Reiya melongok kearah pintu, tapi Afif, orang yang dia tunggu tak kunjung datang. Reiya menggerutu dalam hati, Afif pembohong !! keluhnya. Tapi disisi lain Bang Ganung sibuk menerima telepon, wajahnya terlihat gelisah.
    Reiya heran, sudah seminggu Afif tidak muncul dirumahnya. Reiya tiba-tiba khawatir, jangan-jangan terjadi sesuatu pada Afif.
"Reiya, cepat siap-siap !  Kita akan kerumah sakit," teriak mama dari dalam rumah.
    Kata Bang Ganung ada seseorang yang mau mendonorkan jantungnya pada Reiya, Reiya sebenarnya bahagia sebab dia bisa bertahan hidup, tapi kenapa disaat yang membahagiakan ini Afif nggak ada disampingnya.
"Bang, Afif dimana sih ?" tanya Reiya pada Bang Ganung. Bang Ganung hanya diam.
"kalo Bang Ganung nggak mau ngasih tau, Reiya nggak mau nerima donor jantung itu." Bang ganung terkejut mendengarnya.
"Reiya adikku , Afif nggak bisa datang nemuin kamu dulu. Dia juga sudah tahu kamu mau operasi jantung, dia selalu ngedoain kamu. Kata Afif, jika kamu sembuh nanti, dia akan ngajak kamu jalan-jalan ke tempat yang pernah ia ceritakan padamu," mendengar penjelasan abangnya, Reiya sedikit tenang. Sekarang dia punya semangat untuk berjuang di meja operasi.

======================================================================

    Sebulan setelah operasi, Reiya sudah terlihat bugar. Reiya benar-benar bahagia, sebab sudah sembuh dan dia ingin cepat bertemu dengan Afif. Namun, berminggu-minggu sudah Afif tak kunjung datang. Reiya kesal dan terus menuduh Afif pembohong, tapi ketika dia teringat tentang Afif dadanya selalu perih dan jantungnya berdegup kencang.
"Reiya," Bang Ganung muncul dari balik pintu.
"ada apa bang?," Reiya menghapus airmatanya.
"sudah waktunya kamu tahu sesuatu," Reiya heran dengan perkataan abangnya itu, apa yang dimaksud Bang Ganung dengan sesuatu.
"kau selalu tanya, jantung siapa yang ada dalam tubuhmu sekarang, iya kan ?" Reiya mengangguk. "itu milik Afif," Deg.......rasanya bumi dan langit menghimpit diri Reiya, dia nggak percaya kalau jantung itu milik orangyang selalu dia cap pembohong karena dia tak pernah muncul dihadapan dirinya. Dia tak percaya kalau Afif sudah nggak berada di sisinya selama ini. Lalu untuk apa Reiya menerima semua ini jika orang yang dia sayangi telah meninggalkan dirinya, selamanya. Reiya terus memegang dadanya, rasa sakit itu semakin tak tertahan, tangisnya pun pecah. Bang Ganung memeluk adiknya itu.
"malam itu Afif ingin segera kembali, dia ingin menghadiri pesta ultahmu tapi naas karena dia melaju terlalu cepat, dia nggak tahu kalau di depannya ada oli yang tumpah. Motornya terjatuh, Afif terlempar kejurang," Reiya nggak kuat mendengarnya.
"saat aku datang ke rumah sakit, kondisinya parah, dia sempet ngomong ke aku, seandainya dia mati maka jantungnya akan dia berikan padamu, Reiya  !" Bang Ganung menyerahkan boneka panda yang sedikit berlumur darah kepada Reiya.
"hadiah yang ingin Afif berikan padamu," Bang Ganung meninggalkan Reiya sendiri. Reiya mengambil semua bineka yang diberikan Afif padanya, semua berjumlah 18 buah. Reiya memeluk semua boneka itu dengan erat hingga semua boneka-boneka tersebut mengeluarkan suara "I LOVE YOU." Reiya terkejut dengan suara-suara itu. Ia tekan satu persatu dada boneka itu dan suara yang muncul sama. Namun, saat dia menekan boneka yang terakhir, yaitu boneka hadiah ulang tahun, Reiya tak mendengar apa-apa. Reiya heran, namun dia menemukan ada resleting di punggung boneka itu, saat dia buka ada sebuah surat.

To Reiya
    Rei, selama ini aku memendam rasa suka padamu tapi aku malu mengutarakannya, melalui boneka-boneka itu aku coba mengutarakan isi hatiku. Rei, aku ingin menjadi orang yang bisa menemanimu memendang bunga, kupu-kupu dan bercanda denganmu hingga detik terakhir. Rei, apa kamu mau jadi pacarku ?

Afif

    Membaca tulisan Afif, Reiya berlinangan airmata, kenapa dia baru tau sekarang ? andai ia tahu lebih cepat, dia akan mencegah Afif untuk pergi. Reiya memegang dadanya, tiba-tiba dia tersenyum, dia baru sadar bahwa Afif selalu dihatinya, selamanya.... "Afif, I love you" ucap Reiya lirih.